"Membentuk Generasi Qur’ani, Berakhlak Mulia, dan Mandiri".
Di tengah tantangan era modern, keberadaan Pondok Pesantren menjadi sangat krusial sebagai benteng pertahanan aqidah sekaligus pusat penanaman nilai-nilai akhlaqul karimah. Untuk mewujudkan wadah pendidikan yang kondusif,aman, dan representatif, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Rencana pembangunan Pondok Pesantren ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan ssarana pedidikan Islam yang berkualitas dan terjangkau.
Ekosystem yang memiliki 4 pilar penting dalam menunjang keberlanjutan
Proses transformasi dari ketidaktahuan menjadi pemahaman, serta pembentukan pemimpin masa depan.
Harta bisa habis, tetapi ilmu yang bermanfaat akan terus mengalirkan kebaikan tanpa batas waktu.
"Menjadi pusat pendidikan Islam yang mencetak generasi Al-Qur'an, Fiqih, Tauhid, Tasawuf, dan berakhlaqul karimah.
Menyelenggarakan tata kelola pendidikan pesantren dan majeliss ta'lim yang kompeten, menanamkan kemandirian, serta mengabdi kepada kemaslahatan umat.
Amanah (Integritas & Akuntabilitas) Setiap dana yang masuk dikelola dengan jujur, dan transfaran.
Lahan Pondok Pesantren yang siap dibangun 400 M^2 Persegi panjang (Sertifikat Wakaf).
(300 M^2) Wakaf dari (100 M^2) Pribadi.
Mengingat keterbatasan lahan (400 m^2), pembangunan akan dioptimalkan secara vertikal (minimal 2 hingga 3 lantai) untuk memaksimalkan fungsi ruang tanpa mengurangi kenyamanan santri.
Guna mengakomodasi seluruh kegiatan akademis, keagamaan, dan domestik, lahan seluas 400 m^2 ini akan dibagi ke dalam beberapa ruangan esensial yang dibangun secara bertingkat:
Pusat ibadah, kajian kitab, dan setoran hafalan Al-Qur'an.
Tempat pembelajaran klasikal formal maupun non-formal.
Ruang administrasi, pendaftaran, dan ruang tamu.
Kamar konsep barak yang dilengkapi dengan ranjang bertingkat dan loker pakaian.
Rasio sanitasi yang bersih dan cukup untuk kebutuhan harian santri.
Area khusus wudhu pria dan wanita (atau terpisah jadwal) yang efisien.
Tempat pengolahan dan distribusi konsumsi harian santri.
Rumah dinas mini agar pengawasan santri dapat berlangsung 24 jam.
Area terbuka di lantai atas (rooftop) untuk efisiensi lahan.
Selain bangunan fisik, pesantren ini membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar berikut agar dapat berfungsi dengan baik:
Sumur bor, mesin pompa, dan tangki penyimpanan air (toren) kapasitas besar.
Daya listrik yang cukup untuk penerangan, komputer administrasi, dan sistem pompa air.
Desain jendela dan roster yang optimal agar asrama tidak lembap.
Ranjang tingkat, kasur, lemari/loker santri, papan tulis, serta rekal belajar.
Ruang Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) mini beserta kotak P3K.
Sistem septic tank yang ramah lingkungan dan saluran pembuangan air kotor yang lancar.
Estimasi Anggaran Biaya (Rencana Anggaran Biaya/RAB) adalah dokumen rincian perhitungan seluruh kebutuhan dana yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek, pengadaan, atau kegiatan. Ini mencakup biaya material, upah tenaga kerja, sewa alat, dan pengeluaran tidak terduga.
• Target Santri: 50 Santri Mukim (Menginap penuh).
• Konsep Bangunan: 3 Lantai (Vertikal) untuk memaksimalkan lahan 400 m² menjadi total luas bangunan sekitar ± 600 m² (menyisakan area terbuka/halaman untuk resapan air dan sirkulasi udara).
• Pembagian Lantai:
-Lantai 1: Kantor, Dapur Umum, Ruang Makan, Kamar Pengasuh, Tempat Wudhu, dan Toilet.
-Lantai 2: Ruang Kelas (2 Ruangan) dan Masjid/Mushola Utama.
-Lantai 3: Asrama Santri (Konsep Barak) dan Area Jemuran/Cuci.
Untuk membangun struktur 3 lantai yang aman terhadap gempa dan tahan lama, spesifikasi material dasar yang dibutuhkan meliputi:
✓ Struktur Bawah: Pondasi cakar ayam (footplate) cor beton bertulang, kedalaman minimal 1.5 - 2 meter.
✓ Dinding: Bawah: Bata merah atau bata ringan (hebel), diplester, aci, dan cat dinding standar eksterior/interior.
✓ Lantai & Dak: Semen instan berkualitas tinggi, besi beton ulir (ukuran 12 mm dan 14 mm untuk balok struktur), dan keramik ukuran 40 × 40 cm.
✓ Atap: Rangka baja ringan dengan penutup genteng metal berpasir (meredam suara hujan agar tidak bising saat santri belajar).
Catatan: Estimasi ini menggunakan asumsi biaya pembangunan standar menengah di Indonesia saat ini, yaitu sekitar Rp 3.500.000,- hingga Rp 4.500.000,- per meter persegi luas bangunan jadi.
Dengan total luas bangunan 3 lantai sebesar ± 600 m², berikut adalah proyeksi anggarannya:
1. Pekerjaan Struktur & Bangunan Fisik: 600 m² kali Rp 4.000.000,- = Rp 2.400.000.000,-(Termasuk pondasi, pengecoran dak lantai 2 & 3, dinding, atap, pintu, jendela, dan pengecatan).
2. Fasilitas Sanitasi & Air Bersih:
• Pengeboran sumur dalam (artesian well) & pompa satelit: Rp 15.000.000,-.
• Instalasi pipa, 2 unit Toren air (kapasitas 2.000 Liter), dan sanitari toilet: Rp 25.000.000,-
• Subtotal = Rp 40.000.000,-
3. Instalasi Listrik & Pengkondisian Udara:
• Penyambungan daya PLN baru + panel pembagi beban antar lantai: Rp 15.000.000,-
• Titik lampu, saklar, stop kontak, dan kipas angin dinding/exhaust: Rp 20.000.000,-
• Subtotal: Rp 35.000.000,-
4. Pengadaan Mebelair & Interior Dasar:
• 25 Unit Ranjang Besi Tingkat + Kasur busa: Rp 50.000.000,-
• 50 Unit Loker pakaian santri: Rp 25.000.000,-
• Meja, kursi belajar, papan tulis, dan karpet Mushola: Rp 30.000.000,-
• Subtotal: Rp 105.000.000,-
Berikut adalah total keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan proyek ini:
1. Pekerjaan Struktur & Bangunan Fisik: Rp. 2400.000,-
2. Fasilitas Sanitasi & Air Bersih: Rp 40.000.000,-
3. Instalasi Listrik & Pengkondisian Udara: Rp 35.000.000,-
4. Pengadaan Mebelair & Interior Dasar: Rp 105.000.000,-
Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik dan pengisian fasilitas dasar Pondok Pesantren
kapasitas
50 santri mukim ini adalah sebesar Rp 2.580.000.000,-
(Dua Miliar Lima Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah).
Transparansi adalah kunci dari gerakan kami.
Saya Mau Jadi PenggerakSetiap jumlah membuat perbedaan. Tentukan sendiri nilai kontribusi Anda untuk mendukung gerakan ini.